Bansos Pemerintah 2022

Bansos Pemerintah 2022 – Pemerintah Indonesia di kabarakan masih akan menggulirkan sejumlah bansos atau bantuan kepada masyarakat, bantuan tersebeut berasal dari APBN 2022 untuk membantu perekonomian masyarakat Indonesia.

Sejumlah paket bantuan sosial dan stimulus fiskal kembali digulirkan tidak lain untuk mendukung pemulihan dan penanganan pandemi, Bantuan tersebut dikeluarkan melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2022 ini.

Bansos Pemerintah 2022

Bansos Pemerintah 2022

Pada tahun ini, anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ditetapkan sebesar Rp414,1 triliun.

Lalu, bantuan dan stimulus apa saja yang masih akan digulirkan kepada masyarakat?

Dalam anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2022, terdapat tiga program atau kluster yang masih akan berjalan selama setahun ke depan yaitu:

  1. Bidang kesehatan (Rp117,9 triliun)
  2. Perlindungan masyarakat (Rp154,8 triliun)
  3. dan penguatan pemulihan ekonomi (Rp141,4 triliun).

Batas pengeluaran anggaran terbesar yaitu untuk kebutuhan perlindungan masyarakat. Dalam program ini juga beberapa program bantuan sosial yang ada pada tahun sebelumnya akan kembali sosialisasikan. Sejumlah bantuan tersebut yaitu:

  1. PKH atau Program Keluarga Harapan untuk 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM)
  2. Kartu Sembako untuk 18,8 juta KPM;
  3. Kartu Prakerja untuk 2,9 juta peserta;
  4. Dukungan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP);
  5. BLT Desa.

Ada beberapa program perlindungan sosial yang terlihat tidak muncul kembali, jika dibandingkan dengan alokasi bantuan pada program PEN 2021 (dengan pagu anggaran Rp744,77 triliun), Misalnya:

  1. Bantuan kuota internet
  2. Bantuan UKT
  3. Subsidi listrik
  4. Bantuan Subsidi Upah
  5. serta bantuan beras dan sembako PPKM.

Menangani hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya juga sempat menyampaikan bahwa pemerintah akan tetap merespons situasi pandemi Covid-19 dengan fleksibel. Menurutnya, alokasi Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bisa saja ditambah jika terjadi lonjakan kasus.

Baca Juga:  Aplikasi Catatan Keuangan

Adanya penambahan atau refocusing anggaran bukanlah suatu hal yang baru. Pada anggaran PEN 2021 saja, pemerintah melakukan penambahan dana bantuan dari Rp699,4 triliun menjadi Rp744,7 triliun pada saat terjadi lonjakan kasus Covid-19 akibat varian Delta.

Agustus 2021 lalu Sri Mulyani juga Menambahkan “Ini yang kita sebutkan responsiveness dan fleksibilitas. Jika Covid melonjak, kita dapat melakukan realokasi dari biru [belanja pemerintah pusat non PEN] menjadi orange [PEN].

Program Bantuan di Awal Tahun 2022

Kalau ternyata ekonominya baik dan kasus Covid bisa menurun atau terkendalikan maka kita akan bisa melakukan program-program yang perlu melakukan refocusing”.

Di sisi lain, bendahara negara juga mengatakan beberapa program bantuan sosial akan di alokasikan secepat mungkin di awal tahun 2022. Hal ini ditujukan untuk menstimulasi kebutuhan masyarakat.

Program lain juga akan diprioritaskan untuk di alokasikan di awal tahun 2022 seperti:

  • Bantuan subsidi KUR 3 persen
  • Bantuan untuk PKL dan warung
  • Serta insentif pajak PPN DTP properti.

Pada akhir Desember 2021 lalu Sri Mulyani menyatakan.”Mungkin dari sisi eksekusinya akan dibuat seawal mungkin di Januari 2022, itu adalah bansos-bansos yang sudah standar, untuk PKL, dan juga kredit usaha yaitu KUR dalam hal ini,”

Adapun, dua program PEN lainnya yang akan dijalankan tahun ini yaitu: bidang kesehatan dan penguatan pemulihan ekonomi.

Pada bidang kesehatan, PEN 2022 akan ditujukan untuk:

  • Program 3T (testing, tracing, dan treatment)
  • Perawatan pasien Covid-19
  • Obat Covid-19
  • Insentif tenaga kesehatan pusat dan daerah
  • Vaksinasi dan pengadaan vaksin
  • Insentif perpajakan vaksin
  • dan penanganan kesehatan lainnya di daerah.

Pada bidang penguatan pemulihan ekonomi, anggaran dialokasikan untuk:

  • Kegiatan terkait infrastruktur konektivitas
  • Pariwisata/ekonomi kreatif
  • Ketahanan pangan
  • ICT
  • Kawasan industri
  • Dukungan UMKM/korporasi/BUMN
  • Investasi pemerintah
  • dan insentif perpajakan.
Baca Juga:  Aplikasi Catatan Keuangan

Originally posted 2022-04-10 17:53:17.